Sunday, April 13, 2008

Harga Melambung

Harga minyak mentah dunia sejak Januari 2008 tembus di atas US$ 100 per
barel, bahkan meroket ke rekor tertinggi mendekati US$ 112 per barel di
NYMEX, Amerika Serikat (AS) pekan ini.
Tingginya harga minyak memicu orang beralih ke biofuel (bahan bakar
nabati/BBN), sehingga minyak kelapa sawit mentah (CPO) ikut melambung.
Minyak mentah yang menjadi bahan baku petrokimia dan produk derivatifnya,
mendorong harga pupuk kimia meningkat.
Sementara krisis kredit perumahan AS (subprime mortgate) melemahkan dolar
AS, sehingga investor beralih ke bursa komoditas baik logam maupun pangan.
Gandum, beras dan biji-bijian naik sekitar 50% dibanding tahun lalu. Kini
tak ada lagi harga mie instan di bawah seribu perak.
Gorengan yang tahun lalu masih seribu dapat tiga, sekarang cuma dapat dua,
bahkan ada yang Rp 2.000 dapat tiga.
Minyak goreng operasi pasar Lebaran 2007 masih kubeli dengan harga RP
6.500/liter, kini harga sudah dua kali lipat.
Kalau perut rakyat terancam, apakah gizi buruk tak akan bertambah? Jika
urusan perut saja kian susah, apalagi yang lain? Bagaimana negara ini bisa
maju?

Jakarta, 10 April 2008

No comments: