Sunday, April 13, 2008

Energy Concern

Dari membuka mata hingga menutup mata kembali, orang akan mengkonsumsi
energi dengan maupun tanpa mereka sadari. Bahkan dalam tidur pun, energi
makanan diubah menjadi sel-sel baru tubuh.
Dari bangun pagi, mandi tinggal putar kran air, orang (kota) tidak
menyadari air tanah atau air PAM harus dipompa menggunakan listrik yang
dibangkitkan dengan energi primer atau bahan bakar fosil. Semakin air yang
dipakai, kian banyak energi yang dibutuhkan.
Demikian pula untuk makanan, makin banyak yang dikonsumsi, semakin banyak
juga energi yang diperlukan. Menurut Redefining Progress
(www.myfootprint.org), konsumsi daging global menghasilkan 18% emisi gas
rumah kaca (GRK) dunia. Bukankah daging memang lebih lama diolah ketimbang
sayuran?
Ada berbagai pola makan dan gaya hidup keseharian yang berpengaruh terhadap
konsumsi energi kita. Andai semua orang membutuhkan mobil pribadi, rumah
besar dengan pola konsumsi negara maju, 6 miliar manusia butuh 1,5 bumi.
Entah setengahnya lagi kita dapatkan darimana, kalau sudah melebihi
kapasitas bumi untuk menanggungnya?
Mengurangi konsumsi makanan, berkendaraan pribadi, menghemat air dan semua
produk, memperpanjang usia seluruh barang, memilah sampah, dan tindakan
ramah lingkungan lain dapat menyelamatkan bumi kita. Setidaknya kita
membantu bumi memperpanjang regeneratifnya, mengurangi emisi GRK, sehingga
menghambat kenaikan suhu permukaan hingga mencegah pemanasan global.
Perubahan kecil gaya hidup kita akan berarti besar bagi bumi kita. Small
things add up!

Jakarta, 12 april 2008

No comments: